04 Juni 2013
Sebab Sebab Turunnya Rezeki
Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan
atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah.
Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan
kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan
ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress
sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil
jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan
tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet,
perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan
silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan
uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.
Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:
- Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan
menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman,
artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam
segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di
akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh
adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap
permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya
rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang
siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan
menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan
keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah
yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas
sama sekali sebelumnya.”
Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)
- Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat,
sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)
“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud
(ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab
turunnya rizki dan hujan.”
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri,
maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain
yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah
kepada Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar
memberikan kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada
Allah”. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang,
beliau pun juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.”
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan
berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar
beristighfar.” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari
diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat
Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan
lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan
lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati
masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta.
Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana
yang diharapkan.
- Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
“Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan
sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu
sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar
dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan
dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri
dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa
hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada
di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat,
kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan
selainnya adalah dari Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh
al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada
Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan
menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat,
menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan
keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang
mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.
- Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan
salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai
berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
“Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari)
“Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada
hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris
atau tidak, mahram atau bukan mahram.
- Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal
yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah)
akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan
balasan di akhirat kelak.”
Juga firman Allah yang lain,artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian
dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang
baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk
kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan
dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan
dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha
Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan
kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah
menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha
Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt
berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak
kepadamu.” (HR Muslim)
- Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu
Mas”ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam bersabda, artinya,
“Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan
menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan
karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada
balasannya kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan
al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan
umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah
tersebut dengan melakukan ibadah haji.
- Berbuat Baik kepada Orang Lemah
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan
pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada
orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki
melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)
Dhu”afa” (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada
fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar,
hamba sahaya dan lain sebagainya.
- Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu
alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,
“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku,
maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung
kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi
dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta
tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga
dalam beribadah, tunduk dan khusyu” hanya kepada Allah, merasa sedang
menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya
sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah,
jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan
kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di
sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini.
Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua.
Amin.
Orang yang Takut Miskin justru akan Menjadi Miskin Hakiki
Dalam kehidupan di zaman modern penuh fitnah dewasa ini, kita jumpai
banyak sekali manusia yang hidup dipenuhi kegelisahan berkepanjangan.
Dan salah satu kegelisahan tersebut bersumber dari kekhawatirannya akan
jatuh miskin. Inilah fenomena nyata yang membuktikan betapa faham
materialisme telah mendominasi mayoritas penduduk planet bumi.
Kebanyakan orang saat ini jauh lebih takut akan kehilangan harta
daripada kehilangan iman dan keyakinannya akan Allah Sang Pencipta jagat
raya. Banyak orang telah menjadikan kesuksesan dalam kehidupan dunia
sebagai tujuan utamanya. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa
sallam memperingatkan kita bahwa jika dunia telah menjadi fokus
perhatian utama, maka hidup seseorang bakal berantakan dan kemiskinan
bakal menghantui dirinya terus-menerus.
“Barangsiapa yang menjadikan dunia ambisinya, niscaya Allah
cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran (kemiskinan) menghantui
kedua matanya dan Allah tidak memberinya harta dunia kecuali apa yang
telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095)
Dan sebaliknya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan bahwa hanya orang yang niat utamanya ialah kehidupan akhirat, maka hidupnya bakal berada dalam penataan yang rapih dan hidupnya akan dihiasi dengan kekayaan hakiki, yakni kekayaan hati. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjamin orang tersebut bakal memperoleh dunia dengan jalan dunia yang datang kepada dirnya secara tunduk bahkan hina, bukan sebaliknya, ia yang harus mengejar dunia dengan hina sehingga merendahkan martabat diri.
Dan sebaliknya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan bahwa hanya orang yang niat utamanya ialah kehidupan akhirat, maka hidupnya bakal berada dalam penataan yang rapih dan hidupnya akan dihiasi dengan kekayaan hakiki, yakni kekayaan hati. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjamin orang tersebut bakal memperoleh dunia dengan jalan dunia yang datang kepada dirnya secara tunduk bahkan hina, bukan sebaliknya, ia yang harus mengejar dunia dengan hina sehingga merendahkan martabat diri.
“Dan barangsiapa menjadikan akhirat keinginan (utamanya), niscaya
Allah kumpulkan baginya urusan hidupnya dan dijadikan kekayaan di dalam
hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya (dengan
tunduk).” (HR Ibnu Majah 4095)
Apa yang dapat kita simpulkan dari hadits Nabi Muhammad shollallahu
’alaih wa sallam di atas? Kesimpulannya ialah jika seorang hamba hidup
dengan senantiasa sadar dan yakin bahwa Allah adalah Pemberi Rezeki
sesungguhnya dan bahwa tugasnya sebagai orang beriman ialah
terus-menerus mengokohkan keyakinan akan hidup yang sesungguhnya ialah
di kampung akhirat nan kekal, bukan di negeri dunia nan fana ini, maka
dengan sendirinya Allah-pun akan membalas keyakinannya yang mulia dan
benar itu dengan balasan yang selayaknya sebagaimana Allah sendiri
janjikan di dalam KitabNya:
”Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS An-Nahl ayat 97)
Barangsiapa ber’amal sholeh, maka Allah jamin kehidupannya bakal baik
di dunia dan Allah bakal balas dengan yang jauh lebih baik dari ’amal
sholehnya di akhirat kelak. Namun, saudaraku, itu semua dengan syarat
yang sangat fundamental, yaitu ”dalam keadaan beriman.” Dan iman yang
paling pokok ialah ber-tauhid. Termasuk di dalamnya ialah hanya
bergantung kepada Allah Yang Maha Ahad (Esa), tidak bergantung kepada
apapun atau siapapun selain Allah.
Oleh karenanya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberikan
kabar gembira kepada setiap muwahhid (ahli tauhid). Bahwa hidup mereka
bakal dijauhkan dari kemiskinan. Dan untuk memperoleh jaminan tersebut
ternyata cukup dengan setiap kali pulang ke rumah membaca ayat pertama
surah Al-Ikhlas sebelum masuk ke dalam rumah. Tentunya itu semua
dilakukan bukan sekedar sebagai mantera berupa komat-kamit di bibir
belaka. Namun ia mestilah diiringi dengan keyakinan penuh akan makna
dari ucapan kalimat tersebut: “Qul huw-Allahu Ahad” (Katakanlah: Allah
itu Maha Esa). Artinya, ucapkanlah sambil meyakini sedalam mungkin di
dalam hati bahwa tidak ada tempat selain Allah untuk memohon dan
mengharapkan datangnya rezeki berkah yang bakal mencukupi hidup kita
plus hidup anak-istri plus biaya kita untuk beribadah, ber’amal,
berda’wah dan berjihad di jalan Allah Ta’aala.
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa
membaca “Qul huw-Allahu Ahad” (surah Al-Iklash ayat pertama) ketika
masuk ke dalam rumahnya, maka kefakiran (kemiskinan) bakal tertolak dari
penghuni rumah tersebut dan kedua tetangganya.” (HR Thabrani)
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan
sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku
berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku
berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan
manusia (penagih hutang/debt collector).”
Tanamkan Benih Melalui Tanganmu, Sekalipun Engkau Takkan Mengecap Hasilnya
Ada satu amanat yang Rasulullah Muhammad sampaikan kepada kita ,
dimanapun kita, dan apapun jabatan yang kita pegang, Rasulullah berkata ,
“Bila tiba saatnya kiamat, sedangkan pada tangan seorang di antaramu
ada sebuah anak batang kurma, lalu dia masih sempat menanamnya sebelum
kiamat terjadi, maka hendaklah dia tanam anak batang kurma itu. Untuk
itu ia mendapat pahala”. (Shahih Jami no 1424)
Jangan terganggu oleh was was yang berkata,”apa gunanya kita menanam
bibit ini, toh juga tidak akan berhasil, toh tidak akan berubah, toh
kita tidak akan melihat buahnya”. Jangan turuti pikiran yang demikian,
jangan was was, walaupun rasanya harapan itu tipis akan berhasil atau
menurut taksiran tak terjangkau oleh umur kita untuk melihat hasilnya.
Menentukan hasil bukan wewenang kita, wewenang kita hanyalah melaksanakan tugas.
Ini titik tolak hidup dari Rasulullah SAW yang dipesankan kepada kita
sebagai umatnya. Berpeganglah kamu pada titik tolak hidup ini. Jangan
berbuat kebaikan dengan perhitungan lantaran kita hendak melihat hasil,
sebab menghasilkan itu di luar kemampuan kita sebagai manusia. Yang ada
kemampuan kita adalah melakukan tugas.
Kalau seseorang mempunyai titik tolak dalam beramal sedemikian itu,
maka dia tidak akan sangat terganggu oleh bermacam macam was was.
Itu tidak berarti seseorang tidak boleh memperhitungkan, semuanya
boleh kita menghitungnya. Yang diperhitungkan itu hal hal yang terkait
resikonya, yang kita perhitungkan bagaimana caranya sebaik baiknya agar
hasil itu sebaik mungkin. Perlu juga diperhitungkan bagaimana cara cara
yang efektif, dengan tenaga yang efektif. Akan tetapi semua perhitungan
itu tidak berarti bahwa kita hanya mau melangkah kalau kita sudah yakin
bahwa itu akan berhasil, dan kita juga ingin melihat hasilnya sewaktu
masih hidup. Jangan begitu !
Tanamkan juga benih melalui tanganmu, sekalipun engkau takkan mengecap hasilnya. Begitu pesan rasulullah SAW.
Sholatlah Tahajud, karena Ini Kebiasaan Orang Orang Saleh
Sebenarnya, manusia merasa senang dalam kesendiriannya, ini berlaku
bagi manusia yang jiwanya baik dan bersih. Sebaliknya jika jiwa itu ada
sesuatu yang mengotorinya, maka kesendirian itu ia rasakan sebagai
sesuatu yang menyiksa dirinya.
Karena itu, orang orang saleh suka berkhalwat (menyendiri,
mengasingkan diri) , oleh karena mereka bersama Allah. Adapun orang
orang yang jiwa mereka belum bersih, maka mereka suka bercampur dan
berhubungan dengan manusia supaya jiwa mereka bisa senang. Kesenangan
hati bagi orang orang saleh adalah bilamana mereka suka berkhalwat dan
bermunajat dengan Allah Rabbul Alamin. Pada saat mana dia melihat
dirinya dalam keadaan beribadah kepada Allah maka pada saat itulah
jiwanya tenang dan senang.
Oleh karenanya, kaum salaf, semoga Allah ridhai mereka, menganggap
bahwa Qiyamul Lail (Sholat malam) adalah bagian dari hidup mereka.
Bagian dari hidupnya, seolah olah ia adalah satu bagian anggota
badannya. Adalah seseorang di antara mereka sangat besar penyesalannya
apabila sampai terluput dari shalat tahajud.
Diriwayatkan tentang Tamim Ad Dari, bahwasanya pernah ia terluput
dari shalat Tahajud satu malam, maka ia bersumpah pada dirinya untuk
tidak tidur pada malam hari selama setahun penuh.
Disebutkan bahwa ada seseorang yang tidur semalaman sampai pagi, maka Rasulullah SAW bersabda :
“Orang itu kedua telinganya telah dikencingi syetan.” (HR Bukhari)
Oleh karena itu shalat tahajud merupakan bagian dari kehidupan mereka.
Sabda Nabi SAW :
“Kerjakanlah shalat tahajjud, karena sesungguhnya shalat tahajjud itu
adalah adat kebiasaan orang orang saleh sebelum kalian.” (Shahih Al
Jami Ash Shaghir no 6635)
Tambahan Hadits :
سنن أبي داوود ١١٠٩: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ
الْمَرْوَزِيُّ ابْنِ شَبُّوَيْهِ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ
أَبِيهِ عَنْ يَزِيدَ النَّحْوِيِّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
قَالَ
فِي الْمُزَّمِّلِ
{ قُمْ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ }
نَسَخَتْهَا الْآيَةُ الَّتِي فِيهَا
{ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ }
وَنَاشِئَةُ اللَّيْلِ أَوَّلُهُ وَكَانَتْ صَلَاتُهُمْ لِأَوَّلِ اللَّيْلِ يَقُولُ هُوَ أَجْدَرُ أَنْ تُحْصُوا مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ وَذَلِكَ أَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا نَامَ لَمْ يَدْرِ مَتَى يَسْتَيْقِظُ وَقَوْلُهُ أَقْوَمُ قِيلًا هُوَ أَجْدَرُ أَنْ يَفْقَهَ فِي الْقُرْآنِ وَقَوْلُهُ
{ إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا }
يَقُولُ فَرَاغًا طَوِيلًا
فِي الْمُزَّمِّلِ
{ قُمْ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ }
نَسَخَتْهَا الْآيَةُ الَّتِي فِيهَا
{ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ }
وَنَاشِئَةُ اللَّيْلِ أَوَّلُهُ وَكَانَتْ صَلَاتُهُمْ لِأَوَّلِ اللَّيْلِ يَقُولُ هُوَ أَجْدَرُ أَنْ تُحْصُوا مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ وَذَلِكَ أَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا نَامَ لَمْ يَدْرِ مَتَى يَسْتَيْقِظُ وَقَوْلُهُ أَقْوَمُ قِيلًا هُوَ أَجْدَرُ أَنْ يَفْقَهَ فِي الْقُرْآنِ وَقَوْلُهُ
{ إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا }
يَقُولُ فَرَاغًا طَوِيلًا
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad Al Mawarzi Ibnu
Syabbuwaih telah menceritakan kepadaku Ali bin Husain dari ayahnya dari
Yazid An Nahwi dari Ikrimah dari Ibnu Abbas dia berkata mengenai surt Al
Muzammil, yaitu; “Bangunlah (shalat) di malam hari, kecuali sedikit
daripadanya, (yaitu) separuhnya.” (QS Al Muzammil; 2-3). Ayat tersebut
di hapus dengan surat ini, yaitu; “Allah mengetahui bahwa kamu
sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia
memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu)
dari Al Qur’an.” (QS Al Muzzamil; 20). Maksud dari “Nasyi`atul lail”
adalah shalat tahajjudnya mereka (para sahabat) di awal malam (sebelum
di mansukh).” Ibnu Abbas melanjutkan; “Tahajjud di awal malam lebih
sesuai untuk kamu tentukan batas waktu bangun malam yang telah di
wajibkan Allah atas kamu. Hal itu karena manusia, apabila telah tidur,
ia tidak tahu kapan dirinya bangun.” Maksud firman Allah; “Aqwamu qiila”
ialah lebih sesuai untuk memahami AL Qur’an (ketika di baca pada malam
hari) ” dan maksud ayat; “Inna laka fin nahaari sabhan thawiila” ialah
kesempatan yang panjang.” (Sunan Abu Daud)
26 Mei 2013
Wither - Dream Theater Lyrics
[Music & Lyrics by John Petrucci]
Let it out, let it out
Feel the empty space
So insecure
Find the words
And let it out
Staring down, staring down
Nothing comes to mind
Find the place
Turn the water into wine
But I feel I'm getting nowhere
And I'll never see the end
So I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
Turn it on
Turn it on
Let the feelings flow
Close your eyes
See the ones you used to know
Open up open up
Don't struggle to relate
Lure it out
Help the memory escape
Still this barrenness consumes me
And I feel like giving up
So I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
I wither
And give myself away
Like reflections on the page
The world's what you create
I drown in hesitation
My words come crashing down
And all my best creations
Burning to the ground
The thought of starting over
Leaves me paralyzed
Tear it out again
Another one that got away
I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
I wither
And give myself away
Like reflections on the page
The world's what you create
Let it out, let it out
Feel the empty space
So insecure
Find the words
And let it out
Staring down, staring down
Nothing comes to mind
Find the place
Turn the water into wine
But I feel I'm getting nowhere
And I'll never see the end
So I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
Turn it on
Turn it on
Let the feelings flow
Close your eyes
See the ones you used to know
Open up open up
Don't struggle to relate
Lure it out
Help the memory escape
Still this barrenness consumes me
And I feel like giving up
So I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
I wither
And give myself away
Like reflections on the page
The world's what you create
I drown in hesitation
My words come crashing down
And all my best creations
Burning to the ground
The thought of starting over
Leaves me paralyzed
Tear it out again
Another one that got away
I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I wither
And render myself helpless
I give in
And everything is clear
I breakdown
And let the story guide me
I wither
And give myself away
Like reflections on the page
The world's what you create
download mp3 disini
Take Away My Pain - Dream Theater Lyrics
[Lyrics: John Petrucci dedicated to John E. Petrucci]
I was sitting on the edge of his bed
Staring at the headlines on the paper
He said, "look at poor gene Kelly
I guess he won't be singing in the rain."
You can take away my heroes
Can you take away my pain
Take away my pain
Leave the cold outside
Please don't let it rain
Don't stumble on my pride
Take away my pain
I'm not frightened any more
Just stay with me tonight
I'm tired of this fight
Soon I'll be knocking at your door
She was standing by the edge of his bed
Staring at the message on their faces
He said, "what else can you do babe?
I guess I won't be coming home again."
They just took away all my promises
Make them take away my pain
Take away my pain
Leave the cold outside
Please don't let it rain
Don't stumble on my pride
Take away my pain
I'm not frightened any more
Just stay with me tonight
I'm tired of this fight
Soon I'll be knocking at your door
His final scene
The actor bows
And all those years
Are gone somehow
The crowd applauds
The curtain falls
I was standing by the edge of the water
I noticed my reflection in the waves
Then I saw you looking back at me
And I knew that for a moment
You were calling out my name
You took away my hero
Will you take away my pain
Take away my pain
Let the cold inside
It's time to let it rain
There's nothing left to hide
Take away my pain
I'm not frightened any more
I'm learning to survive
Without you in my life
Til you come knocking at my door.......
I was sitting on the edge of his bed
Staring at the headlines on the paper
He said, "look at poor gene Kelly
I guess he won't be singing in the rain."
You can take away my heroes
Can you take away my pain
Take away my pain
Leave the cold outside
Please don't let it rain
Don't stumble on my pride
Take away my pain
I'm not frightened any more
Just stay with me tonight
I'm tired of this fight
Soon I'll be knocking at your door
She was standing by the edge of his bed
Staring at the message on their faces
He said, "what else can you do babe?
I guess I won't be coming home again."
They just took away all my promises
Make them take away my pain
Take away my pain
Leave the cold outside
Please don't let it rain
Don't stumble on my pride
Take away my pain
I'm not frightened any more
Just stay with me tonight
I'm tired of this fight
Soon I'll be knocking at your door
His final scene
The actor bows
And all those years
Are gone somehow
The crowd applauds
The curtain falls
I was standing by the edge of the water
I noticed my reflection in the waves
Then I saw you looking back at me
And I knew that for a moment
You were calling out my name
You took away my hero
Will you take away my pain
Take away my pain
Let the cold inside
It's time to let it rain
There's nothing left to hide
Take away my pain
I'm not frightened any more
I'm learning to survive
Without you in my life
Til you come knocking at my door.......
download mp3 disini
Strange Deja Vu - Dream Theater Lyrics
download mp3 disini
[N:]
Subconscious strange sensation
Unconscious relaxation
What a pleasant nightmare
And I can`t wait to get there again
Every time I close my eyes
There`s another vivid surprise
Another whole life waiting
Chapters unfinished, fading
Closer now - Slowly coming into view
I`ve arrived - Blinding sunshine beaming through
There`s a house I`m drawn into
Familiar settings, nothing new
There`s a pathway leading there
With a haunting chill in the air
There`s room at the top of the stairs
Every night I`m drawn up there
There`s a girl in the mirror
Her face is getting clearer
Young child won`t you tell me why I`m here?
In her eyes - I sense a story never told
Behind the disguise - There`s something tearing
At her soul
[V:]
Tonight I`ve been searching for it
A feeling that`s deep inside m
Tonight I`ve been searching for
The one that nobody knows
Trying to break free
I just can`t help myself
I`m feeling like I`m going out of my head
Tears my heart into two
I`m not the one the sleeper thought he knew
[N:]
Back on my feet again
Eyes open to real world
Metropolis surrounds me
The mirror`s shattered the girl
Why is this other life
Haunting me everyday
I`d break through the other side
If only I`d find the way
Something`s awfully familiar
The feeling`s so hard to shake
Could I have lived in that other world
It`s a link that I`m destined to make
I`m still searching but I don`t know what for
The missing key to unlock my mind`s door
Today I am searching for it
A feeling that won`t go away
Today I am searching for it
The one that I only know
Trying to break free
I just can`t help myself
I`m feeling like I`m going out of my head
Tears my soul into two
I`m not the one I thought I always knew
I just can`t help myself
I`m feeling like I`m going out of my head
Uncanny, strange Deja Vu
But I don`t mind - I hope to find the truth
Sources : http://www.azlyrics.com/lyrics/dreamtheater/iistrangedejavu.html
The Spirit Carries On - Dream Theater
download mp3 disini
A
D D/F#
Where did we come from? Why are we here?
G D D/C#
Where do we go when we die?
Bm Bm/A
What lies beyond? What lay before?
E/G# A4 A
Is anything certain in life?
A:
They say life is too short the here and the now,
and you’re only given one shot.
But could there be more? Have I lived before?
Or could this be all that we’ve got?
B:
Chorus:
G A D D/C# Bm
If I die tomorrow, I’d be all right because I believe
G Em D
that after we’re gone, the spirit carries on
(interlude)
D D9 D4 Em .
D D9 D4 A4 (drums)
A:
I used to be frightened of dying.
I used to think death was the end.
But that was before, I’m not scared anymore.
I know that my soul will transcend.
A:
I may never find all the answers,
I may never understand why.
I may never prove what I know to be true,
but I know that I still have to try.
B:
CHORUS:
If I died tomorrow I’d be all right because I believe
G Em D D7
that after we’re gone, the spirit carries on
C:
Em D#
Move on, be brave! Don’t weep at my grave!
D E
because I’m no longer here.
G Em Bm
But please never let your memory of me disappear.
Guitar Solo
Same chords
A:
Safe in the light that surrounds me.
Free of the fear and the pain.
The question in mind has helped me to find
the meaning in my life again.
A:
Victoria’s real! I finally feel
at peace with the girl in my dreams.
And now that I’m here, it’s perfectly clear
I’ll find out what all of this means.
B:
Chorus:
If I died tomorrow I’d be all right because I believe
G Em D
that after we’re gone, the spirit carries on
ENDING
D G Em
D G A
D G Em
D G A D
Sumber : http://www.kordkita.web.id/dream-theater/the-spirit-carries-on.html
25 Mei 2013
Another Day - Dream Theater
album: "Images And Words" (1992)
[Images: Dream Theater]
[Words: Petrucci]
[Words: Petrucci]
Live another day
Climb a little higher
Find another reason to stay
Ashes in your hands
Mercy in your eyes
If you're searching for a silent
sky...
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So die another day
The coldness of this words
The message in his silence,
"Face the candle to the
wind..."
This distance in my voice
Isn't leaving you a choice
So if you're looking for a time
to run away...
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day
They took pictures of our
dreams
Ran to hide behind the stairs
And said maybe when it's right
for you, they'll fall
But if they don't come down
Resist the need to pull them in
And throw them away
Better to save the mystery
Than surrender to the secret
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day
Climb a little higher
Find another reason to stay
Ashes in your hands
Mercy in your eyes
If you're searching for a silent
sky...
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So die another day
The coldness of this words
The message in his silence,
"Face the candle to the
wind..."
This distance in my voice
Isn't leaving you a choice
So if you're looking for a time
to run away...
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day
They took pictures of our
dreams
Ran to hide behind the stairs
And said maybe when it's right
for you, they'll fall
But if they don't come down
Resist the need to pull them in
And throw them away
Better to save the mystery
Than surrender to the secret
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day
mp3 download disini
Langganan:
Postingan (Atom)


1.jpg)