25 Juni 2014
21 Mei 2014
Lomba Menulis "Cerita PMI-ku"
I. TENTANG LOMBA
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang mengajak teman-teman untuk ikut meramaikan Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia ke 8 Mei 2014. Caranya adalah dengan berpartisipasi dalam Lomba Menulis dengan tema "Cerita PMI Ku".
Di peringatan ini, PMI Kabupaten Pemalang mengajak seluruh masyarakat untuk mengingat cerita mereka yang berkaitan atau bersinggungan dengan palang merah dan bulan sabit merah Teman-teman dapat bercerita tentang :
1. Kapan pertama kali mendengar tentang Palang Merah ?
2. Bagaimana pertama kali terlibat di palang merah ?
3. Mengapa bergabung dengan palang merah ?
4. Apa cerita palang merah kalian ?
5. Mengapa menjadi relawan ?
6. Kapan pertama kali berdonor darah untuk rekan kalian,
7. Pengalaman berdonasi kepada PMI,
8. Pernah mendapat bantuan saat bencana,
9. Apakah kamu pernah dipersatukan dengan anggota keluargamu saat terjadi bencana ?
10. Saat Mengikuti Pertolongan Pertama
dan sebagainya.
Cerita kalian harus positif ya, sehingga teman-teman kita yang lain juga dapat mencontoh apa yang telah kamu perbuat untuk kemanusiaan.
II. PERSYARATAN LOMBA MENULIS
Mengangkat salah satu tema
Tulisan menggunakan format Microsoft Word (MS-Word)
Ditulis dalam Bahasa Indonesia
Maksimal tulisan 500 kata dengan ukuran font ukuran 11
Peserta hanya dapat mengirimkan 1(satu) buah tulisan
Biodata singkat dan hasil tulisan dikirimkan ke e-mail kab_pemalang@pmi.or.id atau pmikabupatenpemalang@gmail.com (paling lambat diterima panitia pada Rabu, 28 Mei 2014)
Tulisan yang dipilih dan memenuhi persyaratan lomba dapat dilihat di blog http://pmi-pemalang.blogspot.com/search/label/Cerita%20PMI-KU
Persyaratan Umum:
Tulisan harus sesuai dengan tema, merupakan karya asli, dan bukan hasil jiplakan. Jika mengutip, wajib mencantumkan sumber/referensi
Tulisan tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun
Tulisan tidak boleh bermuatan SARA
Karya yang dikirimkan adalah sepenuhnya milik PMI dan PMI berhak untuk menggunakannya untuk segala kepentingan
PMI berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan lomba ini
Disclaimer! Isi tulisan di luar tanggung jawab PMI Kabupaten Pemalang
Persyaratan Lomba
Persyaratan Peserta:
Lomba terbuka untuk umum
Peserta lomba menulis adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak ada batasan usia
Menulis biodata singkat (nama, tempat & tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, pekerjaan, alamat, Nomor Hp, twitter dan facebook) dan kirim ke e-mail ke kab_pemalang@pmi.or.id
Peserta wajib menjadi follower atau like Fanspage Facebook PMI Kabupaten Pemalang (https://www.facebook.com/pages/PMI-Kabupaten-Pemalang/285999118177923?ref=hl )
III. PERIODE LOMBA
Dimulai pada 1 Mei-28 Mei 2014.
VI. HADIAH
Hadiah bagi para pemenang adalah:
Para pemenang akan mendapatkan hadiah yang menarik, berupa
Hadiah Pertama Rp.500.000
Hadiah Kedua Rp.300.000
Hadiah Ketiga Rp. 250.000
Harapan Pertama Rp.200.000
Harapan Kedua Rp. 150.000
Harapan Ke Tiga Rp.100.000
Bagi 10 pengirim tulisan pertama, akan menerima Kaos PMI.
Pengumuman Pemenang 2 Juni 2014
Yuk, saatnya kamu menceritakan kisah palang merah kamu!
Sumber : PMI Kab Pemalang
17 Mei 2014
Download Lagu Sherina - Akan Ku Tunggu
Ku perhatikan kau dari jauh
Kau jalani hidup tanpa jenuh
Mencari bahagia tanpa keluh
Saat itu juga kau curi perhatianku
Mereka lihat kau dari dekat
Tapi mereka gagal melihat
Rasa sepi yang lama terpahat saat itu juga
Oh ku rasakan, oh ku inginkan
Akan ku tunggu selalu ku tunggu
Sampai kau mampu melihatku sebagai
Yang mengerti kamu cintai kamu
Kan ku temani perjalananmu selamanya
Ku perhatikan kau dari jauh
Kau jalani hidup tanpa jenuh
Semangatmu buat aku luluh saat itu juga
Oh ku rasakan, oh ku inginkan
Akan ku tunggu selalu ku tunggu
Sampai kau mampu melihatku
Sebagai yang mengerti kamu cintai kamu
Kan ku temani perjalananmu selamanya
Mungkin tak banyak yang bisa ku berikan
Tapi ku kan berikan seluruh cintaku
Seluruh cintaku ..
Ku perhatikan kau dari jauh
Rasa cinta ini terus bertumbuh
Akan ku tunggu selalu ku tunggu
Sampai kau mampu melihatku sebagai
Yang mengerti kamu cintai kamu
Kan ku temani perjalananmu selamanya
Akan ku tunggu selalu ku tunggu
Sampai kau mampu melihatku sebagai
Yang mengerti kamu cintai kamu
Kan ku temani perjalananmu selamanya
Ku perhatikan kau dari dekat
Download disini
15 Mei 2014
Download Owl City - Silhouette
I'm tired of waking up in tears
'Cause I can't put to bed these phobias and fears
I'm new to this grief I can't explain
But I'm no stranger to the heartache and the pain
The fire I began is burning me alive
But I know better than to leave and let it die
I'm a silhouette asking every now and then
"Is it over yet? Will I ever feel again?"
I'm a silhouette chasing rainbows on my own
But the more I try to move on, the more I feel alone
So I watch the summer stars to lead me home
I'm sick of the past I can't erase
A jumble of footprints and hasty steps I can't retrace
The mountain of things I still regret
Is a vile reminder that I would rather just forget (no matter where I go)
The fire I began is burning me alive
But I know better than to leave and let it die
I'm a silhouette asking every now and then (now and then)
"Is it over yet? Will I ever smile again?"
I'm a silhouette chasing rainbows on my own
But the more I try to move on, the more I feel alone
So I watch the summer stars to lead me home
'Cause I walk alone
No matter where I go
'Cause I walk alone
No matter where I go
'Cause I walk alone
No matter where I go
I'm a silhouette asking every now and then (now and then)
"Is it over yet? Will I ever love again?"
I'm a silhouette chasing rainbows on my own
But the more I try to move on, the more I feel alone
So I watch the summer stars to lead me home
I watch the summer stars to lead me home.
Download disini
Download A Rocket To The Moon - Like We Used To
I can feel her breath as she's sleepin' next to me,
Sharing pillows and cold feet.
She can feel my heart, fell asleep to it's beat,
Under blankets and warm sheets.
If only I could be in that bed again...
If only it were me instead of him...
Does he watch your favorite movies?
Does he hold you when you cry?
Does he let you tell him all your favorite parts when you've seen it a million times?
Does he sing to all your music while you dance to "Purple Rain? "
Does he do all these things, like I used to?
Fourteen months and seven days ago...
Oh, I know you know,
How we felt about that night.
Just your skin against the window...
Oh, we took it slow,
And we both know...
It should've been me inside that car.
It should've been me instead of him... in the dark.
Does he watch your favorite movies?
Does he hold you when you cry?
Does he let you tell him all your favorite parts when you've seen it a million times?
Does he sing to all your music while you dance to "Purple Rain? "
Does he do all these things, like I used to?
I know, love, (I'm a sucker for that feeling.)
Happens all the time, love, (I always end up feelin' cheated.)
You're on my mind, love, (or so that matter when I need it.)
It happens all the time- love, yeah.
Will he love you like I loved you?
Will he tell you everyday?
Will he make you feel like you're invincible with every word he'll say?
Can you promise me if this was right:
Don't throw it all away?
Can you do all these things?
Will you do all these things...
Like we used to?
Oh, like we used to...
Download disini
Link Video
http://youtu.be/US46cHVj0-M
14 Mei 2014
Kebahahgiaan Ada Dimana-mana
Alkisah, ada seorang pemuda duduk di tepi telaga. Matanya mengarah ke hamparan air telaga, tapi tatapannya kosong. Dia sudah mendatangi berbagai tempat di seluruh penjuru mata angin, tapi belum ada satu pun yang memuaskannya. Kesunyian mulai muncul, hingga terdengar suara memecah kediaman itu. "Sedang apa kau di sini, anak muda?" tanya seorang kakek. Anak muda itu menoleh ke samping. "Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah menempuh perjalanan berkilo-kilo meter jauhnya untuk mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda-tanda kebahagiaan hadir dalam diriku. Ke mana lagi aku harus mencarinya?" tanya si anak muda yang putus asa itu. "Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah kau ke sana. Tangkaplah seekor kupu-kupu untukku, nanti kau akan mendapat jawaban dari pertanyaanmu itu," pinta si kakek. Meski merasa ragu, anak muda itu akhirnya menuruti permintaan itu. Dia pun segera melangkah menuju taman seperti yang ditunjukkan si kakek.
Sesampainya di sana, sebuah taman yang sangat indah terhampar di hadapannya. Taman itu penuh dengan pohon dan bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak pula kupu-kupu yang beterbangan di sana. Diam-diam si kakek memperhatikan gerak-gerik si pemuda itu dari kejauhan. Dilihatnya si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap! Lagi-lagi gagal. Dia pun akhirnya mulai berlari tak beraturan. Menerjang segala benda yang ditemuinya di taman itu demi mendapatkan kupu-kupu itu. Rerumputan, tanamana, semak, perdu dan lainnya. Meski sudah bergerak ke sana kemari, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya. Dia mulai kelelahan. Akhirnya si kakek berteriak menghentikan kegiatan si pemuda. Disuruhnya si pemuda untuk beristirahat sejenak. Si kakek berjalan mendekat, dan terlihat ada sekelompok kupu-kupu beterbangan di sekitar kakek itu. Sesekali ada dua-tiga kupu-kupu hinggap di tubuhnya yang renta itu. "Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?" tanya si kakek. Sang kakek menatap pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu ibarat menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu. Tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari ke mana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri."
Kakek itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya. Percayalah, kebahagiaan itu ada di mana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah mempedulikannya.
Mungkin juga, rasa bahagia itu beterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya. Maka itulah, mulai sekarang mari kita memperhatikan lebih saksama apa yang terjadi di sekitar supaya kita tidak melewatkan kebahagiaan yang menghampiri kita.
Sumber : Andrie Wongso
Jadilah Air untuk Mengikis Batu
Kita harus menjadi air untuk mengikis sebuah batu...
Kaum adam yang mengagumkan, dan cenderung punya pribadi yang sekeras batu. Tak jarang kita akhirnya beradu pendapat karena punya pikiran yang berbeda. Saat kita memulaskan makeup untuk tampil cantik, mereka berargumen semua itu palsu. Menutup setiap kecantikan alami dan tak sedap dipandang. Di sisi lain, kita sendiri merasa makeup itu sama pentingnya seperti pakaian. Menyempurnakan setiap kecantikan alami. Ada pula argumen berbeda, tentang apa itu romantis dan bagaimana bersikap romantis. Atau argumen tentang harus membawakan tas belanjaan atau tidak. (Anda tentu jauh lebih tahu argumen apa saja yang sempat hadir di dalam hubungan) Dan apa jadinya jika kita bersikukuh saling mengadu pendapat? Sama halnya seperti ketika batu diadu dengan batu. Keduanya sama kerasnya. Jika diadu, bisa jadi keduanya sama utuh. Atau malah berakhir keduanya pecah menjadi puing batu. Sama-sama terluka.
Begini cara membentuk batu... Jadilah air, kikislah, bentuk menjadi pribadi keras yang sejalan dengan Anda. Bukan dengan cara keras yang membuat keduanya terluka. Namun dengan kesabaran, ketulusan, kesepakatan, dan ketekunan dari waktu ke waktu. Lihat saja batu kali itu, tak ada yang merasa terganggu dengan aliran air sungai. Sekalipun deras aliran airnya, atau tenang selembut kalbu, bebatuan itu tak pernah keberatan dikikis dan dibentuk setiap harinya. Bahkan senantiasa berdiri kokoh di sana, menunggu aliran air datang dari hulu ke hilir.
Begini cara menjadi air... Tidak mudah kami katakan. Banyak yang jatuh bangun saat mencobanya. Tetapi kami juga akan mengatakan, Anda bisa bila mau mencoba. Tak hanya cukup mengetahui hak dan kewajiban sebagai seorang wanita, kita juga harus bisa menyeimbangkannya. Tahu kapan saat berbicara, tahu kapan saat mendengar. Berpikir dari sisi pria, dan bersikap manis seperti seorang wanita. Tahu bagaimana cara memakai makeup yang cerdas, dan bukan sekedar memakai topeng kecantikan. Tahu kapan saatnya merajuk. Dan bersikap tegas serta mandiri. Tahu kapan saatnya ingin dipeluk. Dan selalu menyediakan bahu saat ia juga butuh bersandar. Tahu bagaimana menjadi wanita pekerja keras. Namun juga lemah lembut serta piawai menyajikan makanan di dapur. Tahu bagaimana bersikap tegas. Sekaligus lemah lembut keibuan. Seperti yang kami katakan, ini tidak akan mudah. Tetapi, apabila Anda tak mencobanya. Bagaimana Anda bisa tahu kalau cara ini tidak akan berhasil?
Sumber : kapanlagi
04 Mei 2014
Lowongan Kerja PSP-3 Yogyakarta Mei 2014
KESEMPATAN BERKARYA:
sebagai Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan Angkatan XXIV Tahun 2014
Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP-3) adalah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk menempatkan pemuda di pedesaan selama 2 (dua) tahun guna mendorong pembangunan di pedesaan. Penerimaan Daerah Istimewa Yogyakarta akan ditempatkan di Banten, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Fasilitas yang diterima adalah tunjangan biaya hidup sebesar Rp. 3.000.000,- /bulan dan modal rintisan Rp. 5.000.000,-/tahun.
Untuk PSP-3 Angkatan XXIV Tahun 2014, dibutuhkan 40 (empat puluh) pemuda sarjana asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemuda sarjana yang berminat disilakan mendaftarkan diri dengan ketentuan sebagai berikut:
KETENTUAN PELAMAR:
1.Warga Daerah Istimewa Yogyakarta
2.Telah lulus Perguruan Tinggi Strata 1 (S1) segala jurusan
3.Pria/Wanita dengan usia maks. 26 tahun per 1 September 2014
4.Belum menikahyang dibuktikan dengan KTP
5.Perbadan sehat dan tidak memiliki hambatan fisik
6.Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan SKCK
7.Belum memiliki pekerjaan tetap
8.Lebih diutamakan mempunyai pengalaman kepramukaan
SYARAT ADMINISTRASI:
1.Fotocopy ijazah sarjana beserta transkrip nilai yang dilegalisir
2.Fotocopy KTP DIY
3.Pas Photo ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
4.Fotocopy dokumen pendukung (sertifikat, surat keterangan dll)
5.Surat keterangan berbadan sehat dari dokter
6.(Seluruh persyaratan di atas dimasukkan ke dalam stopmap warna merah)
KELENGKAPAN SETELAH DINYATAKAN DITERIMA:
1.Surat pernyataan bersedia menandatangani kontrak
2.Daftar Riwayat Hidup
3.Fotocopy Akte Kalahiran
4.SKCK dari Kepolisian dan Keterangan Bebas Narkoba dari RS/Puskesmas
5.Surat Keterangan Pencari Kerja dari Disnaker (AK-1/Kartu Kuning)
6.Surat Pernyataan tidak mempunyai ikatan dinas
7.Surat Keterangan belum pernah menikah dari kelurahan
JADWAL PELAKSANAAN SELEKSI
1.Pendaftaran
28 April s.d. 09 Mei 2014
2.Pengumuman Hasil Seleksi Admnistrasi
16 Mei 2014
3.Daftar Ulang Calon PSP-3
19 s.d. 24 Mei 2014
4.Seleksi Tertulis dan Wawancara
04 s.d. 06 Juni 2014
5.Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara
09 Juli 2014
TEMPAT PENDAFTARAN
BALAI PEMUDA DAN OLAHRAGA DINAS DIKPORA DIY
Dalem Ngadiwinatan Suryoputran KTII/23
Alun-Alun Kidul Yogyakarta
Telepon/Fax: 0274-374916
Langganan:
Postingan (Atom)

1.jpg)